Perbedaan Trading Forex Dan CFD

Saat ini sudah sangat banyak instrumen investasi termasuk investasi sekuritas yang dapat dipilih sesuai kebutuhan atau ketersediaan dana seperti misalnnya CFD (Contract For Difference) dan forex. Untuk forex tak akan diulas terlalu jauh karena tentu sudah banyak dari Anda yang memahami dengan baik investasi forex ini. Yang dimaksud dengan CFD adalah kontrak derivatif yang faktanya juga merupakan instrumen keuangan seperti obligasi, saham, serta bentuk sekuritas lainnya. Selain itu ada pula instrumen derivatif lain seperti kontrak future bagi nilai indeks saham serta komoditas.

Yang dimaksud dengan kontrak CFD adalah kesepakatan antara dua belah pihak untuk membayar selisih antara harga jual serta harga beli. Apabila pada saat harga transaksi nilai kontrak meningkat maka penjual harus membayar selisihnya kepada pembeli. Tetapi jika nilainya turun maka sebaliknya pembeli membayar kepada penjual. Inilah sebabnya CFD disebut sebagai instrumen investasi yang memungkinkan investor untuk memperoleh imbal balik lebih besar dari pertumbuhan atau pun juga pada kondisi penurunan nilai instrumen yang menjadi dasar kontrak. Selain itu CFD juga mempunyai ambang input rendah dengan ketentuan margin yang kecil. Artinya klien bisa mulai melakukan transaksi dari 0.1 nilai pertukaran.

Inilah beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh dari transaksi CFD:

  1. Bila terjadi kenaikan atau penurunan bursa saham, menggunakan kontrak CFD atas saham individu atau perorangan serta CFD pada bursa saham berjangka.
  2. Bila terjadi perubahan harga dunia atas suatu produk yang paling terkenal dengan bantuan CFD pada bursa berjangka komoditi.
  3. Apabila terjadi kenaikan atau penurunan pada bursa obligasi dengan bantuan CFD futures pada bursa obligasi serta tingkat nilai bunga antar bank.
  4. Investor dimungkinkan untuk memanfaatkan strategi yang lebih canggih dengan mengombinasikan beberapa alat.

Fitur-fitur trading CFD

1. Leverage

Jaminan yang dibebankan atas transaksi menggunakan CFD tak bergantung pada leverage akun investor. Contohnya pada CFD saham adalah sebesar 10% dari posisi terbuka atau dapat dihitung: jumlah lot X 100 saham X harga pembukaan. Jadi leverage untuk saham adalah 1:10. Sementara pada CFD untuk bursa berjangka komoditi jaminan ditetapkan secara perorangan pada setiap kontrak.

Nilai-nilai tersebut juga tercantum pada spesifikasi kontrak. Contohnya kontrak CFD pada komoditi minyak dengan merk A jaminan depositnya ditentukan sebesar $3200 per lot sementara untuk CFD pada kontrak berjangka indeks jaminan depositnya adalah 1.200 Euro. Jaminan ini akan dikonversikan dalam Dollar AS sesuai dengan kurs pada saat itu.

2. Fitur waktu transaksi

Waktu trading ditetapkan dalam spesifikasi kontrak, jadi misalnya untuk CFD pada saham AS waktu transaksinya adalah 16.30 sampai 23.00 (GMT +2) sementara untuk CFD komoditi waktu transaksinya ditentukan secara perorangan.

3. Spread

Spread yang diberlakukan pada instrumen CFD seluruhnya adalah floating spread.

4. Komisi trading

Pada kontrak CFD saham nilai komisinya adalah 0.12% dari kontrak. Jadi komisinya adalah jumlah lot X 100 X harga pembukaan X 0.12%. sementara pada CFD komoditi komisinya adalah sebesar $13 untuk setiap lot. Yang harus dicatat di sini adalah komisi hanya dibebankan sekali saja pada kedua jenis kontrak tersebut yaitu saat investor membuka transaksi.

5. Akhir dari komoditi CFD

CFD pada kontrak futures berjangka artinya instrumen keuangan apa pun bisa diperdagangkan untuk jangka waktu tertentu. Tetapi sesudah itu seluruh posisi harus ditutup.

Untuk memonitor kecenderungan yang sering terjadi dari fluktuasi harga serta untuk memudahkan transaksi maka digunakan instrumen-instrumen dengan nama permanen terlepas dari kontrak yang berlaku. Kemudian menjelang masa selesainya periode transaksi dari setiap kontrak maka seluruh posisi harus ditutup. Apabila posisi tetap terbuka di hari tersebut maka secara otomatis akan tertutup.

Setelah mengetahui lebih jelas tentang instrumen CFD, berikut ini adalah perbedaan mendasar antara trading CFD dan forex yang perlu Anda ketahui.

1. Produk dan layanan trading

• Trading CFD menyediakan beragam layanan trading serta produk kontrak derivatif yang berupa beberapa instrumen keuangan seperti ekuitas, indeks, saham, komoditas energi dan logam bahkan termasuk forex pula. Dengan demikian Anda dibebaskan untuk memilih trading atau kontrak dengan beragam nilai kenaikan atau increment value serta berbagai mata uang yang tergantung pada wilayah negara tempat berasalnya aset-aset trading CFD tersebut berasal.

• Trading forex lebih berkonsentrasi secara spesifik pada transaksi valuta asing atau mata uang asing. Teknik perdagangan forex adalah dengan memprediksi selisih antara pasangan mata uang asing yang ditransaksikan.

2. Faktor yang berdampak pada pasar
Baik pada perdagangan CFD atau forex terdapat fluktuasi pasar yang terjadi karena beberapa faktor dan faktor-faktor tersebut memang berlainan pada trading CFD atau forex.

• Pada trading CFD hal-hal yang berdampak pada pasar trading lebih terfokus pada keadaan penawaran dan permintaan komoditi serta dinamika trend dari sektor bisnis komoditi yang ditransaksikan dengan kontrak CFD. Faktor-faktor yang mempengaruhi trading CFD misalnya adalah fluktuasi pada bursa saham dan obligasi, selain itu terdapat pula fluktuasi harga internasional untuk komoditi atau produk yang permintaannya paling tinggi.

• Pada trading forex secara umum bursa trading dipengaruhi oleh fluktuasi atau dinamika yang terjadi akibat pengaruh peristiwa global. Transaksi yang berhubungan dengan kurs mata uang asing ini dipengaruhi oleh tata kelola SDA dan SDM yang merupakan faktor produksi ekonomi negara bersangkutan yang bertransaksi forex, keamanan internasional serta keadaan perpolitikan, perang, bencana alam, pembangungan serta kesejahteraan perekonomian dunia.

3. Alasan investor memilih trading CFD atau forex

• Yang menjadi pembeda antara trading CFD dan forex juga terletak pada dasar alasan investor mengapa memilih menanamkan dananya pada bentuk CFD atau forex. Pada umumnya para investor yang memilih trading CFD mempunyai alasan karena minat mereka akan hedging atau spekulasi finansial. Seperti yang telah kita ketahui bahwa trading CFD dieksekusi dengan aktifitas perpindahan dana dari tangan ke tangan tetapi tanpa hak kepemilikan atas aset pokok yang digunakan.

Pembukaan trading pada CFD baik pada kondisi short position atau pun long position tergantung pada sentimen aset milik seorang investor. Yang menjadi alasan investor untuk trading CFD karena ingin berspekulasi adalah untuk melindungi nilai investasi ekuitas serta komoditasnya dengan kontrak CFD tersebut. Selain itu investor juga mempunyai motivasi untuk berspekulasi karena menghendaki untuk trading saham-saham dari luar negeri tetapi tanpa menanamkan modal yang terlalu besar.

• Sementara perdagangan valas dilakukan mulai dari trader perorangan atau ritel, para investor institusional, serta bank sentral. Forex juga bahkan diperdagangkan pada pasar CFD tetapi pada umumnya diperdagangkan broker forex dan bank. Pada umumnya trader kecil atau investor lebih memilih kontrak forex dengan modal terjangkau yang tersedia dalam unit mikro atau mini. Mayoritas investor yang memilih trading forex beralasan untuk melakukan tujuan spekulasi atau hedging, tetapi yang paling utama adalah demi aktifitas perdagangan internasional serta investasi.

Demikianlah beberapa point penting yang menjadi pembeda secara signifikan antara trading CFD dan forex. Dengan demikian Anda tentu akan memperoleh informasi yang semakin jelas dari kedua jenis investasi sekuritas yang mungkin selama ini masih mempunyai pemahaman yang rancu. Nah, semoga ulasan di atas dapat membantu memudahkan Anda dalam memilih investasi sebagaimana yang Anda kehendaki.

Comments are closed.


Rating Top Broker Forex Trading Terbaik Terpercaya di Indonesia located at Indonesia , , . Reviewed by 100 customers rated: 9.9 / 10